Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 324 322551

Email

fasya@iainmadura.ac.id

DOSEN KEILMUAN FALAK FAKULTAS SYARIAH IAIN MADURA BERBAGI ILMU DI DIKLAT HISAB RUKYAT KEMENTERIAN AGAMA RI

  • Diposting Oleh Admin Web Fakultas Syariah
  • Kamis, 30 Juni 2022
  • Bagikan ke

Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan Pelatihan Hisab dan Rukyat Angkatan II di Tanjung Kodok Beach Resort Lamongan. Kegiatan ini berjumlah 30 orang peserta yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Acara tersebut dilaksanakan sejak hari Senin, 28 Juni 2022 dan akan berakhir pada hari Sabtu, 2 Juli 2022.

 

Materi yang disajikan dalam kegiatan dimaksud diantaranya; Nilai-nilai dasar Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, Building Learning Commitment, Sistem pelatihan dan pengembangan SDM, Metode dan teknik rukyatul hilal, Hisab dan rukyat awal bulan, Penentuan arah kiblat dan bayang-bayang kiblat, Paparan waktu subuh, dan Pembangunan bidang agama. Sedangkan pematerinya berasal dari Widyaiswara Kementerian Agama Jakarta, Balai Diklat Keagamaan Jawa Timur, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya dan Dosen IAIN Madura.

 

Salah satu pemateri yang direkomendasi oleh Balai Diklat Keagamaan Surabaya dari IAIN Madura adalah Hosen, M.HI, salah satu dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Madura. Beliau dipercaya untuk menyampaikan materi Metode dan Teknik Rukyatul Hilal. Dalam pelatihan tersebut, peserta di ajari dan dibimbing bagaimana menggunakan Theodolite dan Teleskop dalam melaksanakan rukyatul hilal.

 

Materi Metode dan Teknik Rukyatul Hilal disampaikan pada hari kedua (29/6/2022) yang dimulai sejak jam 07.30 hingga jam 11.30 yang diisi dengan pemaparan teori dan praktik menggunakan  dan mengoperasikan alat di aula pertemuan. Pertemuan diakhir dengan pelaksanaan rukyatul hilal awal Dzulhijjah 1443 H yang dilaksanakan di lokasi Markaz Tanjung Kodok yang bersebelahan dengan lokasi diklat. Karena mendung dan ketinggian hilal toposentris (mar’i) belum mencapai 2 derajat, para peserta rukyatul hilal yang terdiri dari Kantor Kemenag Lamongan, ormas Islam di Lamongan dan peserta diklat tidak berhasil melihat hilal.  

Kontributor: Sekprodi HKI